pengantar ilmu hukum

Posted: Februari 16, 2012 in Uncategorized

BAB VII

BEBERAPA KONSEP DASAR DALAM HUKUM

  1. 1.      PENGERTIAN KONSEP YURIDIS

Konsep yuridis ( legal concept ), yakni konsep konstruktur dan sistematis yang di gunakan untuk memahami aturan hukum atau system aturan hukum. Contohnya konsep hak kewajiban, perjanjian, perikatan, UU, PT, yayasan, jual beli, vonis dan sebagainya.

  1. 2.      SUBJEK HUKUM

Subjek hukum adalah pemegang atau pengemban dari hak – hak dan kewajiban yang termasuk subjek hukum yakni, manusia atau orang ( natuurlijke person ) dan badan hukum ( rechtspersoon ).

2.1.MANUSIA

Dalam tatanan hukum modern dimana pun dewasa ini, tiap manusia atau orang di pandang dan lindumgi oleh tatanan hukum sebagai subjek hukum.

2.2.BADAN HUKUM

Badan hukum adalah pendukung hak dan kewajiban berdasarkan hukum yang bukan manusia yang dapat di tuntut subjek hukum lain di muka pengadilan.

Ciri – ciri badan hukum :

  1. Memiliki modal sendiri
  2. Memiliki hak – hak dan kewajiban yang terpisah dari hak – hak dan kewajiban orang yang menjalankan kegiatan BH.
  3. Memiliki tujuan tertentu
  4. Berkesinambungan

Badan hukum di bedakan dalam 2 bagian yaitu korporasi atau perseroan dan yayasan. Korporasi adalah sekumpulan orang yang untuk hubungan – hubungan hukum tertentu untuk memperoleh keuntungan tertentu. Yayasan adalah kekayaan dari seseorang atau  kelompok orang yang di pisahkan dari kekayaan pribadinya untuk tujuan tertentu yang tidak bersifat komersil. Badan hukum di bedakan juga menjadi 2 yaitu  : badan hukum public dan badan hukum perdata.

  1. 3.      OBJEK HUKUM

Objek hukum adalah segala sesuatu bermanfaat dan dapat di kuasai oleh subjek hukum serta dapat dijadikan objek dalam suatu hubungan hukum. Benda berwujud mencakup segala sesuatu yang dapat di lihat, di pegang dan sering kali juga dapat di ukur dan di timbang, misalnya, rumah, pohon, buku, mobil, dan sebagainya. Benda tidak berwujud mencakup semua jenis hak seperti hak atas tagihan, hak cipta, hak merek. Benda bergerak adalah benda yang sifatny dapat di pindahkan. Benda tidak bergerak adalah benda yang karena sifatnya tidak  dapat di pindah tempatkan.

  1. 4.      PERISTIWA HUKUM

Peristiwa hukum adalah peristiwa yang oleh kaidah hukum di beri akibat hukum, yakni berupa timbulnya atau hapusnya hak dan kewajiban bagi subjek hukum pada  peristiwa tersebut.

Peristiwa hukum di bedakan kedalam peristiwa hukum berupa bukan perbuatan subjek hukum. Perbuatan hukum adalah perbuatan subjek hhukum yang di beri akibat hukum oleh kaidah hukum tertentu,  dan timbulnnya akibat hukum ini memang di kehendaki oleh subjjek hukum pelaku perbuatan tersebut. Perbuatan subjek hukum yang bukan perbbuatan perbuatan hukum adalah pebuatan yang yang dilakukan subjek hukum yang menimbulkan akibat hukum tertentu. Perbuatan hukum yang tidak melawan hukum adalah perbuatan subjek hukum yang akibat hukumnya tidak  di kehendaki oleh subjek hukum pelaku perbuatan itu. Perbuatan hukum tunggal adalah perbuatan yang sudah selesai dan memiliki akibat hukum dengan satu tindakan sepihak oleh satu subjek hukum,misalnya surat wasiat atau hibah. Perbuatan hukum berganda adalah perbuatan hukum yang memerlukan keterlibatan lebih dari satu subjek hukum. Perbuatan hukum berganda dibagi 2 yakni, perjanjian dan gesamt-akt. Perjanjian dibedakan kedalam perjanjian searah dan perjanjian timbal balik. Perjanjian searah adalah perjanjian yang menimbulkan hak pada satu pihak dan kewajiban pada satu pihak lainnya.

BAB VIII

MENERAPKAN DAN MENGEMBANGKAN HUKUM

Kedudukan Pengadilan atau Hakim dalam Sistem Hukum Indonesia

  1. 1.      PERANAN HAKIM DALAM PEMBENTUKAN HUKUM

Sumber utama dalam system hukum Indonesia adalah Undang – Undang dan menerapkan hukum positif. Undang – Undang di muat dalam lembaran Negara yang di terbitkan tidak lama setelah Undang – Undang di tetapkan. Dalam bukunya “ L’Esprit de Lois “ menyatakan bahwa hakim hanya mulut atau corong dari badan legislative dalam asassistem hukum indonesia menyatakan bahwa pengadilan atau hakim tidak boleh menolak untuk memeriksa satu perkara dengan alasan perkara itu tidak jelas asas ini di namakan asas non-liquet. Salah satu tugas pengadilan atau hakim adalah memberikan keputusan dalam perkara antara kedua pihak yang berperkara di  depan pengadilan. Fungsi lain dari hakim atau pengadilan adalah membuat hukum baru. Fungsi yang sangat penting yang di lakukan oleh hakim atau pengadilan dengan dalan interperasi, kontruksi, penghalusan hukum.

  1. 2.      METODE INTERPERASI

Metode interperasi dilkukan dengan cara :

  1. Interpretasi bahasa atau tata bahasa
  2. Interpretasi sejarah
  3. Interpretasi sistematis
  4. Interpretasi sosiologis
  5. Interpretasi teologis
  6. Tafsir otentik
  7. Keleluasaan Interpretasi oleh hakim

 

 

 

 

 

 

 

  1. 3.      METODE KONTRUKSI DAN PENGHALUSAN

Kontruksi adalah analogi ( argumentum peranalgiam ). Analogi adalah penerapan suatu ketentuan hukum bagi keadaan yang secara eksplisit di atur dengan ketentuan hukum tersebut. Penerapan hukum degan analogi hanya dapat di lakukan dalam kasus hukum perdata. Hukum pidana tidak mengenal analogi karena bertentangan dengan asas pokok hukum pidana “ tiada pidana tanpa ketentuan perundang – undangan yang menetapkannya terlebih dahulu “.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s