PENGARUH MINI MARKET DI PEDESAAN TERHADAP PEREKONOMIAN PEDAGANG KECIL

Posted: Februari 16, 2012 in Uncategorized

MAKALAH PENGANTAR EKONOMI INDONESIA

TENTANG PENGARUH MINI MARKET DI PEDESAAN TERHADAP PEREKONOMIAN PEDAGANG KECIL

KATA PENGANTAR

Segala puji bagi Allah yang masih memberikan kesehatan dan kesemapatannya kepada Kita semua, terutama pada penulis. Sehingga penulis dapat menyelesaikan makalah ini tepat pada waktunya.

Makalah  ini disusun guna memberikan informasi tambahan mengenai Pengaruh Mini market di pedesaan terhadap perekonomian pedagang kecil.

Berikut penulis persembahkan sebuah makalah yang berjudul “Pengaruh Mini market di pedesaan terhadap perekonomian pedagang kecil “. Penulis berharap makalah ini dapat bermanfaat bagi pembaca semua, terutama bagi penulis sendiri. Kami menyadari bahwa makalah ini masih jauh dari kesempurnaan, baik dari bentuk penyusunan maupun materinya. Karena Kami sendiri masih dalam tahap belajar, kritik membangun sangat kami harapkan untuk penyempurnaan makalah selanjutnya.

Dengan demikian, tak lupa penulis ucapkan terima kasih kepada para pembaca. Semoga Allah memberkahi makalah ini sehingga benar – benar bermanfaat.

                                                                                                  

 

 

 

 

 

Indramayu, 27 Januari 2012

 

Penulis

 

 

 

 

PENGARUH MINI MARKET DI PEDESAN TERHADAP PEREKONOMIAN PEDAGANG KECIL

 

Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer yaitu data yang diperoleh langsung dari sumber pertama dengan cara wawancara langsung dan penyebaran kuesioner dengan para pedagang pasar tradisional. Dan data sekunder merupakan sumber data yang dapat memberikan informasi atau data tambahan yang dapat memperkuat data pokok baik berupa manusia atau benda seperti majalah, buku, koran,dll. Penentuan sampel penelitian ini menggunakan teknik sampling insidental yaitu teknik penentuan sampel berdasarkan kebetulan, yaitu siapa saja yang berdagang di pasar tradisional Ngaliyan dan konsumen yang pernah ber transaksi baik di pasar tradisional maupun pasar modern (minimarket). Metode analisis yang digunakan adalah kualitatif deskriptif yang bertujuan untuk memberikan deskripsi mengenai subjek penelitian berdasarkan data yang diperoleh dari kelompok subjek yang diteliti dan tidak dimaksudkan untuk menguji hipotesis.

 

Pesatnya pertumbuhan ritel modern seperti minimarket tidak dapat dipungkiri menimbulkan keluhan dari pelaku usaha (pedagang) tradisional khususnya pedagang warung kecil. Pedagang warung kecil tertekan omzet penjualannya seiring dengan makin tidak terkendalinya pendirian minimarket di sekitar lokasi dagangan mereka. Pemerintah melalui Perpres No 112 tahun tahun 2007 telah menyusun regulasi mengenai Penataan dan Pembinaan Pasar Tradisional, Pusat Perbelanjaan, dan Toko Modern. Namun Perpres 112 ini perlu diakomodasi lebih lanjut dengan Perumusan Perda dan Perwali agar dapat disesuaikan dengan kondisi daerah setempat sehingga dapat mejembatani keseimbangan kepentingan pedagang warung kecil dan ritel modern.

 

Dari pantauan di lapangan terlihat terdapat beberapa minimarket yang berdiri sangat dekat dengan lokasi penjualan pedagang warung kecil. Hal ini jelas sangat merugikan pedagang kecil. Oleh karena itu penerapan jarak minimal pendirian minimarket merupakan salah satu substansi penting yang harus diatur tegas dalam Perda. Demikian juga dengan penetapan regulasi tentang jam operasional dan ijin usaha toko modern (IUTM), terutama minimarket.

 

Namun di luar perumusan regulasi tersebut, hal yang tidak kalah penting adalah peningkatan daya saing dari pedagang kecil itu sendiri. Dari pihak pedagang maupun dari pihak pemerintah harus dapat bersinergi agar pemberdayaan pedagang semakin baik sehingga omzet penjualan, kemampuan wirausaha & pengetahuan professional bussiness mereka semakin meningkat. Kemungkinan pemberian kredit modal kerja bagi pedagang kecil tradisional juga menjadi aspek yang tidak dapat dipisahkan demi keberlangsungan eksistensi.

 

Beberapa pengaruh pasar tradisional terhadap munculnya Mini market :

  1. Pengaruh munculnya minimarket 24 jam terhadap pedagang tradisional
    Dengan menjamurnya minimarket 24 jam di kota-kota Indonesia sudah pasti mempengeruhi penjualan pedagang tradisonal. Saingan para pedagang tradisional akan bertambah. Saingan antara sesama pedagang dan saingan dengan toko modern (minimarket). Selain itu, banyak pasar tradisional yang digusur pemerintah karena alasan tata kota. Lahan mereka dijadkan pusat perbelanjaan yang lebih mewah dan mahal.

 

  1.  Pengaruh minimarket terhadap system sosial budaya
    Dengan adanya minimarket 24 jam maka masyarakat indoneisa di bawa kearah perubahan sosial. Perubahan sosial disini sangat merugikan pasar tradisional. Konsumen diajarkan untuk blanja dengan lebih simple dan praktis tanpa adanya tawar menawar antara pedagang dan pembeli. Ini akan mrubah cirri khas perdaganagn yang ada di Indoneisa. Semua harga sudah di patokkan. Interaksi antara pembeli dan pedagang pun nyris tidak ada.

Ada 2 faktor penyebab perubahan sosial dalam masyarakat yaitu faktor extern dan intern :

FAKTOR INTERN
1. Bertambah dan berkurangnya penduduk (kelahiran, kematian, migrasi)
2. Adanya Penemuan Baru.

3. konflik yang terjadi dalam masyarakat
4. Pemberontakan atau revolusi

FAKTOR EXTERN :
1. perubahan alam
2. peperangan
3. pengaruh kebudayaan lain melalui difusi(penyebaran kebudayaan), akulturasi ( pembauran antar budaya yang masih terlihat masing-masing sifat khasnya), asimilasi (pembauran antar budaya yang menghasilkan budaya yang sama sekali baru batas budaya lama tidak tampak lagi).

Solusi pengaruh minimarket terhadap pasar tradisional

1. Adanya perhitungan membangun minimarket di setiap daerah.

2. Harga produk supermarket dan minimarket harusnya lebih mahal dibandingkan dengan harga pasar tradisonal.

3. Pemerintah seharusnya mampu mengelola pasar tradisonal dengan lebih baik.

Namun dasar ekonomi dalam negeri yang tidak tergoyahkan saat itu, yakni ekonomi perdesaan dan usaha kecil menengah. Apabila kedua komponen tersebut juga ikut rusak, maka perekonomian di negara kita bisa hancur.

 

Krisis ekonomi global akan sangat berpengaruh terhadap perekonomian di Indonesia. Sedikit saja perekonomian dunia terkena krisis, maka dampaknya akan terasa bahkan hampir setiap 10 tahun Indonesia terkena krisis. Kenapa India tidak goyah, atau China bahkan Malaysia. Untuk itu, perekonomian perdesaan dan perusahaan kecil menengah harus benar-benar dipertahankan karena keberadaannya sangat penting dalam menopang perekonomian secara nasional.

 

Pasalnya sederhana maukah semua pihak mengikuti aturan dan rambu yang ada. Disisi lain betul tumbuhnya toko modern bisa menghidupkan daerah yang tidur, sehingga dengan adanya took modern bisa jadi hidup. Tapi, kewajaran tumbuhnya toko modern harus tetap mengacu terhadap peraturan yang ada.

Jadi, Keberadaan minimarket itu sangat berpengaruh dalam penjualan kepada masyarakat sekitar. Pasalnya, konsumen lebih memilih memilih belanja di minimarket walau hanya membeli sabun, shampo atau kebutuhan pokok lain. Padahal di toko terdekat juga menjual barang  serupa tapi enggan masyarakat enggan membeli barang di toko setempat.

 

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s