proposisi hukum

Posted: Februari 16, 2012 in Uncategorized

KATA PENGANTAR

Segala puji bagi Allah yang masih memberikan kesehatan dan kesemapatannya kepada Kita semua, terutama pada penulis. Sehingga penulis dapat menyelesaikan makalah ini tepat pada waktunya.

Makalah  ini disusun guna memberikan informasi tambahan mengenai Proposisi ilmu  logika hukum.

Berikut penulis persembahkan sebuah makalah yang berjudul “ PROPOSISI “. Penulis berharap makalah ini dapat bermanfaat bagi pembaca semua, terutama bagi penulis sendiri. Kami menyadari bahwa makalah ini masih jauh dari kesempurnaan, baik dari bentuk penyusunan maupun materinya. Karena Kami sendiri masih dalam tahap belajar, kritik membangun sangat kami harapkan untuk penyempurnaan makalah selanjutnya.

Dengan demikian, tak lupa penulis ucapkan terima kasih kepada para pembaca. Semoga Allah memberkahi makalah ini sehingga benar – benar bermanfaat.

 

Indramayu, 29 Desember 2011

Penulis

 

 

 

 

 

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Dalam ilmu logika mempelajari hukum-hukum, patokan-patokan dan rumusan berfikir, psikologi juga membicarakan akyifitas berfikir, karena itu kita hendaknya berhati-hati melihat persimpangannya dengan logika dan mempelajari pikiran dan kerjanya tanpa , mengganggu sama sekali urusan benar dan salah tapi berpikir secara sehat dan praktis, banyak salah pemikiran kita di pengaruhi oleh keyakinan, pola pikir berkelompok.

Proposisi mempelajari tentang pernyataan bentuk kalimat yang dapat di nilai benar salahnya proposisi mempunyai tiga bentuk, proposisi katagoristik, inpotetik, dan proposisi disyungtif, dan itu ada hubungan tertentu atau mendasar.

BAB II

PEMBAHASAN

A. Pengertian

Proposisi adalah pernyataan dalam bentuk kalimat yang dapat di nilai benar dan salahnya , proposisi merupakan unit terkecil dari pemikiran yang mengandung maksud sempurna, jika kita menganalisa suatu pemikiran dalam buku itu, kemudian lebih husus lagi dalam babnya, kemudian dalam pragrap dan ahirnya pada unit yang tidak dapat dibagi yakni disebut proposisi, proposisi itu sendiri masih dianalisir lagi menjadi kata-kata hanya menghadirkan, bukan atau pemikiran sesuatu.

Sedang pernyataan pikiran yang mengungkapkan keinginan dan hendak tak dapat dinilai benar salahnya bukanlah proposisi seperti semoga tuhan selalu melindungimu.

Sekarang bagaimanakah mengukur benar dan salahnya proposesi ? Dalam logika dikenal adanya dua macam proposisi menurut sumbernya, yaitu proposisi analitik dan sintetik, proposisi analitik adalah proposisi yang predikatnya mempunyai pengertian yang sudah terkandung pada subjeknya, seperti “Mangga adalah bush-buahan” untuk menilai benar tidaknya proposisi serupa kiat lihat ada tidaknya pertentangan dalam diri pernyatan itu, sebaimana yang telah kita pelajari tentang ukuran kebenaran, proposisi analitik disebut juga proposisi a priori.

Proposisi sintetik adalah proposisi yang predikatnya mempunyai pengertian yang bukan menjadi keharusan bagi subjeknya seperti ” Pepaya ini manis ” proposisi sintetik adalah lukisan dari kenytaan empirik maka untuk menguji proposisi ini disebut juga proposisi a posteriori.

B. Macam-Macam Proposisi

Proposisi menurut bentuknya ada tiga macam

Yaitu : Proposisi katagoristik

Proposisi hipotetik

Proposisi disyungtif

1. Proposisi kategoristik adalah prosisi yang mengandung pernyataan yang tanpa adanya syarat, seperti Hasan sedang sakit, proposisi kategoristik yang paling sederhana sendiri dari term subjek, term predikat, satu kopula dan satu Quantufier, subjek sebagaimana kita ketahui, adalah term yang menjadi pokok pembicaraan, predikat adalah term yang menerangkan, kopula adalah kata yang menyatakan hubungan subjek dan predikat, Quantifier adalah kata-kata yang menunjukkan banyaknya satuan yang diikat oleh term subjek dalam contoh berikut :

Sebagian smanusia adalah pemabuk

Quantifier term subjek kopula term predikat

Quantifier kalanya menunjuk kepada permasalahan universal seperti kata, selurh, semua, tidak satupun ada kalanya menunjuk kepada permasalah partikural seperti sebagian, beberapa, tidak semua tapi sbagian benar hampir seluruh, rata-rata ( salah ) adakalanya menunjuk kepada permasalahan singular, teapi permasalahan singular biasanya Quantifier tidak dinyatakan.

Dari kombinasi antara kuantifar dan kuanlitatif maka kita kenal proposisi yaitu:

 Universal – Sutau pengertian dapat dikatakan terhadap semua san tiap-tiap dalam macamnya.

 Partikural – Di pakai dalam rumus yaitu dapat dalam putusan yang merupakan hukum ilmu.

 Singular – Pengertian ini tanpa wilayah, justru karena isinya terlalu banyak sebab hanya berlaku untuk suatu individu saja.

Proposisi universal kopulanya mengakui hubungan subjek dan predikat secara keseluruhan, dalam logika dilambangkan dengan huruf A, kalau proposisi partikural di lambangkan dengan huruf I, dan proposisi singular dilambangkan dengan huruf A, huruf A dan I masing-masing sebagai lambing proposisi universal positif dan partikural positif diambil dari dua huruf hidup pertama kata latin yang berarti mengakui ?

2. Proposisi hipotetik adalah kebenaran yang dinyatakan di gantungkan pada syarat tertentu, hipotetik kopulanya adalah jika, apabila, atau manakala yang kemudian dilanjutkan dengan maka, kopula ini menghubungkan dua buah pernyatan misalnya, jika permintaan bertambah, maka harga akan naik, antara keduanya mempunyai perbedaan mendasar.

Pada proposisi katagorik kopulanya selalu “Adalah” atau “Bukan” sedangkan pada proposisi hipotetik kopulanya adalah “Jika” apbila proposisi hipotetik mempunyai dua bentuk, pertama, bila A adalah B, maka A adalah C, seperti bila Hasan rajin, ia akan naik kelas, kedua, bila A adalah B maka C adalah D seperti bila hujan, saya naik becak.

Proposisi hipotetik mempunyai hubungan kebiasaan seperti:

 Bila pecah perang, maka harga akan membubung

 Manakala ia lulus, ayahnya akan memberi dia hadiah yang menarik

3. Proposisi Disyungtif ; Proposisi disyungtif pada hakikatnya yang proposisinya juga terdiri dari dua proposisi kategorika, sebuah proposisi disyungtif seperti proposisi jika tidak benar. Maka salah, jika di analisis menjadi proposisi itu dan proposisi itu salah, kopula yang berupa/ jika/ dan/ maka/ mengubah dua proposisi kategoristik menjadi permasalahan disyungtif, proposisi ini sangat berpariasi.

BAB III

PENUTUP

Kesimpulan

Bahwa dalam ilmu logika mempelajari bagaimana kita harus berfikir logis, dan pada permasalahan tentang proposisi adalah pernyataan yang dapat dinilai benar dan salahnya, bahwa dalam meluruskan informasi keilmuan merupakan suatu proses atau system yang harus bersifat logis, karena itu science tidak mungkin melepaskan kepentingannya terhadap logika.

Logika membantu manusia berfikir lurus, efisien, tepat dan teratur untuk mendapatkan kebenaran dan menghindar kekeliruan, dalam segala aktifitas berfikir dan bertindak, manusia mendasarkan diri atas prinsip ini, logi menyampaikan kepada benar, lepas dari pembagian prasangka emosi dan keyakinan seseorang.

 

DAFTAR PUSTAKA

Mundiri H. Logika, Jakarta : Pt. Raja Grafindo Persada, 2006

Dahri Sunardji, Langkah-langkah Berfikir Logis, Pamekasan : CV. Bumi Jaya 2001.

Ricard B. Angol, Reasoning dan Logis Century Carts, New York, 1964

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s